Micosoft merencanakan membuat 20 pusat data sebagai usaha untuk melebihi Google dalam 'cloud computing'
Perusahaan-perusahaan di Amerika yang memperkerjakan para ahli komputer semakin berkurang. Mengapa mereka harus mengeluarkan biaya besar dan mengalami masalah dalam membangun dan mengatur sistem perhitungan data komputer yang rumit jika perusahaan lain dapat melakukan ini semua untuk anda? Siapa yang lebih baik, lebih cepat, atau lebih murah dari Google?
Debra Chrapaty, wakil presiden Global Foundation Services Microsoft, berkata bahwa ia ingin membuktikan bahwa perusahaannya juga mampu menjalankan pusat data agar klien dapat menjalankan software lewat internet. Perusahaannya secara serius menangani begitu banyak software Microsoft, yang mana konsumer dan perusahaan telah pakai untuk diri sendiri selama berpuluh-puluh tahun.
Chapaty, orang yang bertanggung jawab untuk pusat data Microsoft berkata grupnya merencanakan dalam beberapa tahun mendatang untuk membangun 20 buah pusat data super besar yang berbiaya US$1 milyar per buah. Kami mencoba untuk menemukan kembali infrastruktur industri kami."
Google mendapat start terdepan
Tindakan itu didisain untuk mendukung apa yang Microsoft jabarkan sebagai perpindahan strategis terbesar sejak internet dipakai sebagai sasaran pada pertengahan tahun '90-an. Dalam beberapa minggu ini perusahaan telah menawarkan apa yang diketahui sebagai "cloud computing". Sistem operasi baru, Azure, membolehkan perusahaan-perusahaan menjalankan software pada komputer pribadi lewat internet. Disitu ditawarkan Windows Live baru yang membolehkan konsumer menyimpan, menerima, dan berbagi foto, blog, dan isi konten kepada teman-teman. Dan Microsoft akan memperkenalkan versi internet pada e-mail corporate Exchange, dan merencanakan hal serupa pada produk Office lainnya.
Secara tradisional, Google telah memposisikan dirinya sebagai pemimpin. Matt Glotzbach, manajer Google Apps, berkata, "Kami sudah mendisain infrastruktur untuk cloud selama bertahun-tahun. Kami mendapatkan posisi terdepan dibandingkan Microsoft."
Pemakaian energi murah
Matt Rosoff, analis pada Directions on Microsoft, berkata, "Sebagai perusahaan yang mempunyai banyak uang kas, Microsoft dan Google dapat mengelontorkan beberapa milyar dollar untuk sesuatu seperti ini". Strategi untuk pusat data dari Microsoft sudah dimulai sejak 5 tahun yang lalu. Sebelumnya, perusahaan sepenuhnya bersandar pada perusahaan hosting lain. Segera setelah datangnya mantan kepala teknologi NBA, Chrapaty, Microsoft memutuskan untuk segera memulai pekerjaan tersebut. Chrapaty mulai menggandeng perusahaan terkenal termasuk Hewlett-Packard dan Intel. Pada tahun 2007, grup dari Chrapaty membuka fasilitas padat pada sebuah kota di pedesaan Quincy, Washington. Tujuannya untuk lebih menghemat energi karena dekat dengan bendungan Grand Coulee. Sembilan bulan sesudah itu, ia membuka sebuah fasilitas di San Antonio.
Kontainer penuh dengan server
Fasilitas pusat data terbaru dari Microsoft adalah berbentuk bangunan gudang yang diisi dengan rak beroda. Lantai pertama dari luas total lebih dari 270,000 m2 ini mirip seperti tempat parkir mobil, yang dipenuhi dengan rak-rak beroda. Sun Microsystems dan Rackable Systems beberapa tahun yang lalu sebenarnya sudah mempunyai pemikiran seperti ini, tetapi ini adalah yang paling ambisius yang pernah diterapkan. Tiap kontainer dapat menampung 2,500 server, dan tiap lantai bangunan dapat menampung 224 kontainer. Jadi potensi maksimumnya adalah 560,000 server. Mereka benar-benar menekan konsep ini sampai ke tingkat ekstrim.
Disitu terdapat metode pendekatan yang dikenalkan Microsoft. Daripada menghabiskan waktu ratusan jam untuk membuka kotak server, menghubungkannya dengan kabel lalu menginstalnya dengan software, Microsot dapat menjalankan sebuah kontainer hanya dalam beberapa hari. Harapannya adalah untuk menjalankan fasilitas dengan hanya memakai karyawan 50% lebih rendah dibandingkan fasilitas sebelumnya. Yang lebih baik lagi, ini lebih mudah untuk di monitor dan dapat menurunkan pemakaian pendingin pada seluruh gedung. Microsoft berharap disain ini akan membantu memangkas pemakaian listrik sampai 30%, yang merupakan 40% dari biaya operasi.
Secara teori, Microsoft seharusnya memberi keuntungan yang lebih dibandingkan dengan Google dalam layanan untuk perusahaan, karena mempunyai sejarah yang panjang dalam membangun software yang kaya fasilitas. Microsoft lebih dapat mengerti masalah-masalah yang dihadapi perusahaan dibandingkan dengan yang Google lakukan.
Microsoft berbagi dengan Dell
Mengenai pusat data, Microsoft berharap kesuksesan di raih dengan cara yang berbeda dengan Google. Google selalu menjaga kerahasiaan mengenai metode pusat datanya, bekerja dengan hanya sedikit penyuplai. Pada bidang teknik, Google bahkan membuat server mereka sendiri. Tetapi 18 bulan lalu, Microsoft pergi ke arah yang berlawanan, yaitu membagikan detail mengenai inovasi-inovasi rancangannya. General Manager divisi Data Center Solutions dari DELL, berkata, " Microsoft berkolaborasi dengan industri untuk memacu inovasi,dan mendapatkan pemikiran hebat."
| < Prev |
|---|